Majalah kesehatan populer dan ilmiah berbasis buktiTentang MPKI
POPULER

Apoteker Gorontalo Kenalkan DAGUSIBU kepada Siswa Baru SMAN 3 Kota Gorontalo

PC Ikatan Apoteker Indonesia Kota Gorontalo memberikan edukasi DAGUSIBU kepada siswa baru SMA Negeri 3 Kota Gorontalo pada Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Negeri 3 Kota Gorontalo tersebut memperkenalkan cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar melalui diskusi kelompok, kuis interaktif, serta pembagian doorprize. Kegiatan dibuka oleh Ketua PC IAI Kota Gorontalo, apt. Andi Isna Arifandi, S.Si., dan dihadiri pengurus PD IAI Gorontalo, para apoteker, kepala sekolah, serta guru.

Apoteker Gorontalo Kenalkan DAGUSIBU kepada Siswa Baru SMAN 3 Kota Gorontalo
Edukasi Kesehatan

Apoteker Gorontalo Kenalkan DAGUSIBU kepada Siswa Baru SMA Negeri 3 Kota Gorontalo

Melalui pembelajaran kelompok, kuis interaktif, dan pembagian doorprize, para siswa diperkenalkan pada cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar.

Jumat, 17 Juli 2026 Aula SMA Negeri 3 Kota Gorontalo

Ringkasan

PC Ikatan Apoteker Indonesia Kota Gorontalo memberikan edukasi DAGUSIBU kepada siswa baru SMA Negeri 3 Kota Gorontalo pada Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Negeri 3 Kota Gorontalo tersebut memperkenalkan cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar melalui diskusi kelompok, kuis interaktif, serta pembagian doorprize. Kegiatan dibuka oleh Ketua PC IAI Kota Gorontalo, apt. Andi Isna Arifandi, S.Si., dan dihadiri pengurus PD IAI Gorontalo, para apoteker, kepala sekolah, serta guru.

KOTA GORONTALO — Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia atau PC IAI Kota Gorontalo melaksanakan kegiatan edukasi DAGUSIBU kepada siswa baru SMA Negeri 3 Kota Gorontalo pada Jumat, 17 Juli 2026, bertempat di Aula SMA Negeri 3 Kota Gorontalo.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen para apoteker dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran generasi muda mengenai penggunaan obat yang benar, aman, dan bertanggung jawab.

DAGUSIBU merupakan akronim dari Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar. Program edukasi ini penting diperkenalkan sejak usia sekolah karena remaja merupakan bagian dari keluarga dan masyarakat yang dapat berperan dalam membangun kebiasaan menggunakan obat secara bijak.

Dibuka Ketua PC IAI Kota Gorontalo

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Ketua PC IAI Kota Gorontalo, apt. Andi Isna Arifandi, S.Si. Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan pemahaman bahwa obat tidak boleh digunakan secara sembarangan. Setiap obat memiliki manfaat, dosis, aturan penggunaan, cara penyimpanan, serta risiko yang perlu diperhatikan.

Turut hadir Sekretaris Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Gorontalo, apt. Mohamad Aprianto Paneo, M.Farm., serta Ketua Majelis Kehormatan Etik Apoteker Indonesia PD IAI Gorontalo, apt. Nirmala Rasyid, M.Si.

Kegiatan ini juga didukung oleh sejumlah apoteker di Provinsi Gorontalo, di antaranya Apoteker Ziah, Apoteker Ela, Apoteker Upik, Apoteker Nia, Apoteker Gelar, Apoteker Wulan, serta beberapa apoteker lainnya yang turut memberikan edukasi dan mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung.

Mengenal Obat dengan Benar Sejak Dini

Dalam sesi edukasi, para siswa diperkenalkan dengan empat prinsip utama DAGUSIBU. Pada bagian Dapatkan, siswa diajarkan agar memperoleh obat dari sarana pelayanan kefarmasian yang resmi dan terpercaya, seperti apotek, puskesmas, klinik, atau rumah sakit.

Pada bagian Gunakan, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya membaca aturan pakai, memperhatikan dosis dan waktu penggunaan, serta mengikuti petunjuk dokter atau apoteker. Siswa juga diingatkan agar tidak menggunakan obat milik orang lain meskipun memiliki keluhan kesehatan yang terlihat serupa.

Prinsip Simpan menekankan bahwa obat harus disimpan sesuai petunjuk pada kemasan. Obat perlu dijauhkan dari jangkauan anak-anak, paparan sinar matahari langsung, suhu panas, dan tempat yang lembap.

Sementara itu, pada bagian Buang, siswa diperkenalkan dengan cara membuang obat yang rusak atau kedaluwarsa secara benar. Obat tidak dianjurkan dibuang dalam keadaan utuh karena berpotensi disalahgunakan dan mencemari lingkungan.

Empat Prinsip DAGUSIBU

  • Dapatkan: Peroleh obat dari sarana pelayanan kefarmasian yang resmi.
  • Gunakan: Gunakan obat sesuai dosis, aturan pakai, dan petunjuk tenaga kesehatan.
  • Simpan: Simpan obat sesuai petunjuk yang tercantum pada kemasan.
  • Buang: Buang obat rusak atau kedaluwarsa dengan cara yang benar.

Belajar melalui Kelompok dan Kuis Interaktif

Agar materi lebih mudah dipahami, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok mendapatkan pendampingan dari para apoteker untuk mendiskusikan berbagai situasi yang berkaitan dengan penggunaan obat dalam kehidupan sehari-hari.

Metode pembelajaran kelompok memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, menyampaikan pendapat, dan memecahkan permasalahan sederhana mengenai obat. Pendekatan tersebut membuat proses edukasi berlangsung lebih komunikatif, menyenangkan, dan tidak hanya berpusat pada penyampaian materi satu arah.

Suasana kegiatan semakin meriah dengan pelaksanaan kuis interaktif mengenai materi DAGUSIBU. Para siswa terlihat antusias menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan oleh tim apoteker.

Sejumlah doorprize juga diberikan kepada siswa yang aktif dan berhasil menjawab pertanyaan dengan benar. Hadiah tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap semangat dan partisipasi para siswa selama kegiatan berlangsung.

Mendapat Dukungan Pihak Sekolah

Kegiatan edukasi DAGUSIBU turut dihadiri oleh Kepala SMA Negeri 3 Kota Gorontalo dan para guru. Kehadiran pihak sekolah menunjukkan dukungan terhadap program peningkatan literasi kesehatan dan penggunaan obat yang aman di lingkungan pendidikan.

Kolaborasi antara organisasi profesi kesehatan dan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang lebih sadar terhadap kesehatan. Pengetahuan mengenai obat tidak hanya diperlukan ketika seseorang sedang sakit, tetapi juga menjadi bagian dari keterampilan hidup yang perlu dimiliki setiap individu.

Melalui kegiatan ini, PC IAI Kota Gorontalo menegaskan bahwa apoteker tidak hanya berperan dalam memberikan pelayanan obat, tetapi juga menjadi edukator yang aktif meningkatkan pengetahuan kesehatan masyarakat.

Edukasi DAGUSIBU kepada siswa baru SMA Negeri 3 Kota Gorontalo diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya penggunaan obat yang rasional dan bertanggung jawab sejak usia remaja.

Para siswa juga diharapkan dapat menjadi agen informasi kesehatan yang mampu menerapkan prinsip DAGUSIBU serta menyebarkan informasi yang benar kepada keluarga, teman, dan masyarakat di sekitarnya.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Ikatan Apoteker Indonesia dalam mendekatkan profesi apoteker kepada masyarakat sekaligus mendukung terciptanya generasi muda Gorontalo yang sehat, cerdas, dan bijak dalam menggunakan obat.

Tag: DAGUSIBU, IAI Kota Gorontalo, Apoteker Gorontalo, Edukasi Obat, SMAN 3 Kota Gorontalo, Generasi Sehat