Majalah kesehatan populer dan ilmiah berbasis bukti
Pasang IklanKerja SamaLogin Redaksi
MPKI

Artikel Ilmiah

Artikel ilmiah kesehatan berbasis referensi dan kajian.

Hidup Lebih Baik Bersama Pengobatan TB: Potret Kualitas Hidup Pasien di Gorontalo
ILMIAH Farmasi

Hidup Lebih Baik Bersama Pengobatan TB: Potret Kualitas Hidup Pasien di Gorontalo

Hidup Lebih Baik Bersama Pengobatan TB: Potret Kualitas Hidup Pasien di Gorontalo Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tetapi juga berdampak pada aspek psikologis, sosial, dan produktivitas penderitanya. Penelitian yang dilakukan oleh Nabila Natasya Sumaga di bawah bimbingan Madania, S.Farm., M.Sc., Apt. dan Mohamad Reski Manno, M.Farm., Apt. bertujuan menggambarkan kualitas hidup pasien TB yang menjalani pengobatan di RSUD Toto Kabila dan Puskesmas Kota Timur. Penelitian melibatkan 86 pasien TB, terdiri atas 51 pasien di RSUD Toto Kabila dan 35 pasien di Puskesmas Kota Timur. Pengukuran kualitas hidup dilakukan menggunakan instrumen EQ-5D-5L dan EQ-VAS yang menilai kondisi kesehatan fisik, aktivitas sehari-hari, tingkat nyeri, serta persepsi pasien terhadap kesehatan mereka sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki kualitas hidup pada kategori sedang hingga baik. Masalah yang paling banyak dialami pasien berada pada dimensi nyeri atau ketidaknyamanan dan aktivitas sehari-hari. Nilai rata-rata EQ-VAS pasien di RSUD Toto Kabila sebesar 68,14, sedangkan di Puskesmas Kota Timur sebesar 71,86. Sementara itu, nilai utilitas kualitas hidup masing-masing sebesar 0,6168 dan 0,6204.

25 Juli 2026 · 3 menit baca
DARI IKAN HULU’U MENJADI SPRAY GEL Inovasi Farmasi Berbasis Sumber Daya Lokal Gorontalo
ILMIAH Farmasi

DARI IKAN HULU’U MENJADI SPRAY GEL Inovasi Farmasi Berbasis Sumber Daya Lokal Gorontalo

Penelitian Nur Alifia Karina Munafri mengeksplorasi potensi ekstrak ikan hulu’u (Giuris margaritacea) dari Gorontalo sebagai bahan alam dalam pengembangan sediaan spray gel topikal. Ekstrak diperoleh melalui metode pemanasan dan dikonfirmasi mengandung protein melalui uji Biuret, kemudian diformulasikan menggunakan HPMC dengan variasi konsentrasi 0,1%, 0,3%, dan 0,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HPMC 0,3% merupakan basis yang paling sesuai, sedangkan formula dengan ekstrak 30% (F3) memberikan karakteristik terbaik di antara formula yang diuji. Sediaan menunjukkan karakteristik fisik yang baik, protein tetap terdeteksi melalui analisis FTIR, dan hasil pengujian stabilitas menunjukkan karakteristik sediaan relatif stabil pada kondisi pengujian. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak ikan hulu’u berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan alam untuk sediaan topikal berbentuk spray gel. Namun, penelitian ini masih berada pada tahap formulasi dan karakterisasi, sehingga diperlukan penelitian lanjutan, termasuk uji pelepasan zat aktif dan stabilitas jangka panjang, sebelum dapat dikembangkan lebih jauh sebagai produk farmasi atau kosmetik.

25 Juli 2026 · 5 menit baca
Teknologi Liposom Kolagen: Inovasi Krim untuk Mendukung Perawatan Kulit yang Lebih Stabil
ILMIAH

Teknologi Liposom Kolagen: Inovasi Krim untuk Mendukung Perawatan Kulit yang Lebih Stabil

Gorontalo, 2026 — Perkembangan teknologi farmasi kini tidak hanya berfokus pada penemuan bahan aktif baru, tetapi juga pada bagaimana suatu bahan dapat dihantarkan secara lebih efektif dan tetap stabil ketika diformulasikan menjadi produk. Salah satu teknologi yang terus dikembangkan adalah liposom, yaitu sistem penghantaran berbasis vesikel lipid yang dapat membawa bahan aktif dan membantu melindunginya dari berbagai kondisi lingkungan. Teknologi tersebut menjadi perhatian dalam penelitian mahasiswa Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo. Melalui penelitian berjudul “Formulasi, Karakterisasi dan Uji Stabilitas Krim Berbasis Liposom Kolagen”, Alya’ Ayu Majidah mengembangkan kolagen ke dalam sistem liposom sebelum diformulasikan menjadi sediaan krim untuk penggunaan topikal. Penelitian ini berangkat dari persoalan bahwa kolagen merupakan protein penting yang berkaitan dengan kekuatan, elastisitas, dan integritas kulit. Namun, kolagen memiliki ukuran molekul yang relatif besar dan sifat hidrofilik sehingga penghantarannya melalui lapisan terluar kulit menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan sediaan topikal. Karena itu, dibutuhkan pendekatan formulasi yang mampu membantu mempertahankan stabilitas sekaligus mendukung penghantaran bahan aktif.

25 Juli 2026 · 5 menit baca