Kolaborasi mahasiswa dari empat program studi kesehatan diarahkan untuk mendukung pencapaian SDGs, khususnya upaya penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Anak di masyarakat.
Universitas Negeri Gorontalo secara resmi melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan Tahun 2026 yang akan melaksanakan pengabdian selama 45 hari di Desa Isimu Raya, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Program tahun ini difokuskan pada dukungan terhadap pencapaian SDGs, terutama penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Anak.
GORONTALO โ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo Tahun 2026 siap melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Isimu Raya, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Pelepasan mahasiswa dilaksanakan pada Rabu, 15 Juli 2026, dan dilakukan langsung oleh Kepala Pusat KKN Profesi Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo, Dr. Rosbin Pakaya, S.Pd., M.Pd.
Kegiatan pelepasan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian pembelajaran dan pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan pendekatan lintas profesi untuk membantu menjawab berbagai kebutuhan kesehatan yang ditemukan di lokasi KKN.
Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Tema utama KKN Profesi Kesehatan diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals, khususnya peningkatan kesehatan ibu dan anak melalui edukasi, pencegahan, pendampingan, promosi kesehatan, serta penguatan kesadaran masyarakat.
Fokus pada Penurunan AKI dan AKA
Fokus program KKN Profesi Kesehatan di Desa Isimu Raya adalah mendukung upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKA). Tema tersebut menjadi bagian penting dalam pembangunan kesehatan karena keselamatan ibu dan anak berkaitan erat dengan kualitas pelayanan, pengetahuan keluarga, status gizi, lingkungan, serta kemampuan masyarakat mengenali risiko kesehatan sejak dini.
Mahasiswa diharapkan membantu meningkatkan literasi masyarakat mengenai kesehatan ibu sejak masa kehamilan, persalinan, dan setelah melahirkan. Edukasi juga diarahkan pada kesehatan bayi dan anak, pemenuhan gizi, pencegahan penyakit, imunisasi, pola hidup bersih dan sehat, serta pentingnya mendapatkan pelayanan dari tenaga kesehatan.
Penurunan Angka Kematian Ibu
Mendorong peningkatan pengetahuan mengenai pemeriksaan kehamilan, tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, kesehatan ibu setelah melahirkan, gizi, dan pentingnya akses terhadap tenaga kesehatan.
Penurunan Angka Kematian Anak
Mendukung edukasi mengenai kesehatan bayi dan anak, imunisasi, pemberian ASI, pemenuhan gizi, pemantauan pertumbuhan, kebersihan lingkungan, dan pengenalan tanda bahaya pada anak.
Pelaksanaan program dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat. Mahasiswa tidak menggantikan peran tenaga kesehatan, tetapi membantu memperkuat promosi, pencegahan, literasi, dan pemberdayaan kesehatan masyarakat.
Kolaborasi Empat Program Studi Kesehatan
Mahasiswa peserta KKN Profesi Kesehatan di Desa Isimu Raya berasal dari empat program studi kesehatan di Universitas Negeri Gorontalo, yaitu Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran, dan Keperawatan.
Kolaborasi lintas program studi menjadi kekuatan utama dalam merancang program yang komprehensif. Setiap disiplin ilmu memiliki kompetensi yang berbeda, tetapi saling melengkapi dalam mendukung kesehatan ibu, anak, keluarga, dan masyarakat.
Didampingi Tim Dosen Universitas Negeri Gorontalo
Pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan di Desa Isimu Raya didampingi oleh tim dosen Universitas Negeri Gorontalo. Tim dosen bertugas memberikan arahan sejak tahap identifikasi masalah, penyusunan program, pelaksanaan kegiatan, pemantauan, hingga evaluasi.
Dr. Teti Sutriyati Tuloli, M.Si.
Ketua Tim Dosen Pendamping KKN Profesi Kesehatan Desa Isimu Raya.
Mohamad Aprianto Paneo, M.Farm., Apt.
Anggota Tim Dosen Pendamping KKN Profesi Kesehatan Desa Isimu Raya.
Ramly Abudi, S.Psi., M.Kes.
Anggota Tim Dosen Pendamping KKN Profesi Kesehatan Desa Isimu Raya.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa menjalankan program secara profesional, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa juga diarahkan untuk menjaga etika, membangun komunikasi yang baik, serta menghormati norma dan budaya masyarakat setempat.
Disambut Pemerintah Desa Isimu Raya
Disambut Kepala Desa dan Jajaran
Setibanya di Desa Isimu Raya, mahasiswa dan tim dosen pendamping disambut langsung oleh Kepala Desa Isimu Raya, Sukrin Jafar Mohune, bersama jajaran pemerintah desa.
Penyambutan tersebut menjadi awal terbangunnya kolaborasi antara Universitas Negeri Gorontalo, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, dan warga Desa Isimu Raya.
Pemerintah desa menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Profesi Kesehatan yang akan tinggal dan menjalankan program kerja selama 45 hari. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membantu memperkuat program kesehatan yang telah dilaksanakan di tingkat desa.
Mengabdi Bersama Masyarakat Desa
Selama 45 hari, mahasiswa akan melakukan identifikasi kebutuhan, menyusun program kerja, melaksanakan edukasi dan pemberdayaan, serta mengevaluasi hasil kegiatan bersama pemerintah desa dan masyarakat.
Program Kerja Berbasis Kesehatan Ibu dan Anak
Program kerja mahasiswa akan disusun berdasarkan hasil identifikasi masalah dan kebutuhan masyarakat Desa Isimu Raya. Program tersebut diharapkan tidak hanya berupa kegiatan seremonial, tetapi mampu meningkatkan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku sehat.
Sejumlah kegiatan yang dapat dikembangkan dalam mendukung tema penurunan AKI dan AKA antara lain:
- Edukasi pentingnya pemeriksaan kehamilan secara teratur
- Pengenalan tanda bahaya selama kehamilan dan persalinan
- Edukasi persiapan persalinan dan pentingnya tenaga kesehatan
- Edukasi kesehatan ibu setelah melahirkan
- Promosi pemberian ASI dan pemenuhan gizi bayi
- Edukasi imunisasi dan pemantauan tumbuh kembang anak
- Peningkatan pengetahuan mengenai gizi ibu dan anak
- Edukasi penggunaan obat yang aman bagi ibu dan keluarga
- Promosi perilaku hidup bersih dan sehat
- Penguatan peran keluarga dalam menjaga kesehatan ibu dan anak
- Pendampingan kegiatan kader dan kelompok masyarakat
- Edukasi pentingnya rujukan ketika ditemukan tanda bahaya
Program-program tersebut akan dikembangkan melalui pendekatan partisipatif. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dilibatkan dalam diskusi, praktik, pendampingan, dan penyusunan solusi yang sesuai dengan kondisi desa.
Penurunan kematian ibu dan anak membutuhkan kerja bersama. Mahasiswa hadir untuk belajar, mengabdi, serta memperkuat kesadaran masyarakat melalui kolaborasi lintas profesi.
Pengabdian sebagai Proses Pembelajaran
KKN Profesi Kesehatan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami kondisi nyata masyarakat. Mahasiswa belajar beradaptasi, berkomunikasi, bekerja dalam tim, memetakan masalah, serta menyusun solusi berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Permasalahan kesehatan ibu dan anak tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu bidang ilmu. Diperlukan kolaborasi antara berbagai profesi kesehatan, pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, kader, dan masyarakat.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan berkembang menjadi calon tenaga kesehatan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki empati, kepedulian sosial, dan kemampuan bekerja bersama masyarakat.
Mendukung Desa yang Sehat dan Berdaya
Pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo di Desa Isimu Raya menjadi salah satu wujud tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Pelepasan mahasiswa pada Rabu, 15 Juli 2026, menjadi awal perjalanan pengabdian selama 45 hari. Dengan semangat kolaborasi lintas profesi, mahasiswa diharapkan dapat menghadirkan program yang relevan, inovatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Fokus terhadap SDGs serta upaya penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Anak diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan ibu, bayi, anak, dan keluarga.
Kehadiran mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG juga diharapkan semakin mempererat hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan Desa Isimu Raya yang lebih sehat, mandiri, tangguh, dan berdaya.