Kuliah farmasi bukan hanya mempelajari nama obat. Mahasiswa juga akan belajar kimia, biologi, perhitungan dosis, formulasi, pelayanan kesehatan, penelitian, hingga teknologi pembuatan obat dan kosmetik.
Calon mahasiswa farmasi tidak harus menjadi orang yang paling pintar di kelas. Hal yang paling penting adalah memiliki rasa ingin tahu, kemauan belajar, ketelitian, kedisiplinan, dan kesiapan menjalani proses perkuliahan secara konsisten.
Tips Persiapan Menjadi Mahasiswa Farmasi
Berikut beberapa hal penting yang dapat dipersiapkan sejak masih berada di bangku sekolah.
Perkuat Kimia dan Biologi
Pahami konsep dasar kimia, reaksi kimia, anatomi, fisiologi, serta hubungan obat dengan tubuh manusia. Tidak perlu langsung mahir, tetapi belajarlah secara rutin.
Latih Perhitungan Dasar
Mahasiswa farmasi akan berhadapan dengan dosis, konsentrasi, persentase, pengenceran, dan konversi satuan. Biasakan mengerjakan latihan matematika dasar secara teliti.
Kenali Jalur Pendidikan
Pelajari perbedaan D3 Farmasi, S1 Farmasi, dan Pendidikan Profesi Apoteker. Pilih program yang paling sesuai dengan minat serta rencana karier Anda.
Pilih Kampus dengan Teliti
Periksa akreditasi program studi, fasilitas laboratorium, tenaga pengajar, biaya pendidikan, peluang praktik, serta kerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan dan industri.
Belajar secara Konsisten
Jangan mengandalkan sistem belajar semalam. Buat jadwal harian, rangkum materi, kerjakan latihan soal, dan evaluasi materi yang masih sulit dipahami.
Latih Ketelitian dan Disiplin
Kesalahan kecil dalam membaca angka atau mengukur bahan dapat memengaruhi hasil praktikum. Biasakan memeriksa kembali perhitungan dan mengikuti prosedur dengan benar.
Tingkatkan Bahasa Inggris
Banyak buku, jurnal, nama bahan, dan istilah kefarmasian menggunakan bahasa Inggris. Mulailah dengan mempelajari kosakata ilmiah sederhana setiap hari.
Jangan Takut Praktikum
Praktikum membantu mahasiswa memahami pembuatan tablet, kapsul, sirup, salep, krim, gel, serta pengujian mutu. Baca modul sebelum memasuki laboratorium.
Bangun Kemampuan Komunikasi
Tenaga kefarmasian harus mampu menjelaskan penggunaan obat dengan bahasa yang mudah dipahami. Latih kemampuan berbicara, presentasi, diskusi, dan kerja kelompok.
Pahami Peluang Karier
Lulusan farmasi dapat bekerja di apotek, rumah sakit, puskesmas, industri obat, industri kosmetik, laboratorium, penelitian, pendidikan, distribusi, dan pemerintahan.
Mengenal Jalur Pendidikan Farmasi
D3 Farmasi
Menekankan keterampilan teknis dan pelayanan kefarmasian.
S1 Farmasi
Mempelajari formulasi, farmakologi, kimia, industri, dan penelitian.
Profesi Apoteker
Ditempuh setelah S1 Farmasi untuk memperoleh kompetensi apoteker.
Hal yang Perlu Dipersiapkan
Persiapan Akademik
- Memahami dasar kimia dan biologi.
- Mampu melakukan perhitungan sederhana.
- Membiasakan diri membaca materi ilmiah.
- Berlatih mengerjakan soal seleksi masuk.
- Mempelajari istilah farmasi dasar.
Persiapan Mental
- Siap menghadapi jadwal praktikum.
- Disiplin menyelesaikan laporan dan tugas.
- Berani bertanya ketika mengalami kesulitan.
- Mampu bekerja dalam kelompok.
- Tidak mudah menyerah menghadapi materi sulit.
Peluang Karier Lulusan Farmasi
Kesuksesan di bidang farmasi tidak hanya ditentukan oleh nilai tinggi. Rasa ingin tahu, ketelitian, tanggung jawab, komunikasi yang baik, serta kemauan untuk terus belajar merupakan bekal yang jauh lebih penting.