Majalah kesehatan populer dan ilmiah berbasis bukti
Pasang IklanKerja SamaLogin Redaksi
ILMIAH

Gel Kurkumin Carbopol Stabil pada Variasi Suhu Ekstrem

Gel Kurkumin Carbopol Stabil pada Variasi Suhu Ekstrem

Abstrak

Kurkumin merupakan senyawa polifenol alami yang memiliki potensi antiinflamasi, antioksidan, antibakteri, dan mendukung proses pemulihan jaringan. Pengembangan kurkumin sebagai sediaan topikal memerlukan basis gel yang mampu memberikan karakteristik fisik baik serta mempertahankan stabilitasnya selama penyimpanan. Artikel ilmiah populer ini membahas formulasi gel kurkumin berbasis Carbopol dan evaluasi stabilitas fisiknya pada berbagai kondisi suhu. Penelitian dilakukan melalui optimasi basis Carbopol pada konsentrasi 0,5%, 1%, dan 2%, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan gel yang mengandung kurkumin 1%, 2%, dan 3%. Evaluasi meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, serta pengujian stabilitas menggunakan temperature stress test pada rentang suhu 2°C–80°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Carbopol 0,5% menghasilkan kombinasi karakteristik fisik paling optimal. Seluruh formula gel kurkumin homogen dan memenuhi parameter fisik sediaan topikal, dengan viskositas 10.240–10.960 cP, daya sebar 4,64–5,42 cm, dan daya lekat 23,89–27,55 detik. Selama pengujian suhu, warna, bau, dan tekstur sediaan relatif tidak berubah. Nilai pH tetap stabil pada suhu rendah hingga sedang, sedangkan peningkatan suhu menyebabkan penurunan viskositas akibat melemahnya interaksi dalam jaringan polimer. Secara keseluruhan, gel kurkumin berbasis Carbopol menunjukkan stabilitas fisik yang memadai dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai sediaan topikal antiinflamasi.

Kata kunci: Kurkumin; Carbopol 940; gel topikal; stabilitas fisik; temperature stress test; viskositas; antiinflamasi.

🔬 Artikel Ilmiah Populer
Gel Kurkumin Berbasis Carbopol Tetap Stabil pada Variasi Suhu Ekstrem

Penelitian dari Jurusan Farmasi Universitas Negeri Gorontalo menunjukkan bahwa basis gel Carbopol 0,5% memberikan karakteristik fisik terbaik, sementara seluruh formula gel kurkumin relatif stabil meski diuji pada rentang suhu rendah hingga tinggi.

📘 JFTSK Volume 3 Nomor 2 Tahun 2026 🌡️ Uji suhu 2°C–80°C 🏛️ Farmasi UNG

Formulasi gel topikal berbahan aktif kurkumin kembali mendapat perhatian. Dalam penelitian ini, kurkumin diformulasikan ke dalam basis Carbopol dan dievaluasi dari sisi karakteristik fisik serta kestabilannya pada berbagai kondisi suhu. Hasilnya menunjukkan bahwa sediaan tetap stabil secara organoleptik dan relatif stabil secara kimia, meskipun viskositas menurun pada suhu yang lebih tinggi.

GORONTALO — Penelitian berjudul Evaluation of Physical Stability of Carbopol Gel Containing Curcumin under Temperature Variations menyoroti potensi kurkumin sebagai bahan aktif antiinflamasi dalam sediaan topikal. Kurkumin dikenal memiliki aktivitas antiinflamasi melalui penghambatan mediator inflamasi seperti TNF-α, COX-2, dan LOX, sehingga menarik dikembangkan dalam bentuk gel yang praktis diaplikasikan pada kulit.

Sediaan gel dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan, seperti mudah diratakan, tidak lengket berlebihan, memberikan sensasi nyaman, dan cocok digunakan sebagai sistem penghantaran bahan aktif pada permukaan kulit. Namun, keberhasilan gel tidak hanya ditentukan oleh bahan aktif, melainkan juga oleh kestabilan basis dan kemampuannya mempertahankan mutu selama penyimpanan.

🌿
Bahan Aktif Kurkumin dengan konsentrasi 1%, 2%, dan 3%.
🧴
Basis Optimal Carbopol 0,5% dipilih sebagai basis gel terbaik.
🌡️
Uji Stabilitas Dilakukan pada suhu rendah hingga tinggi, 2°C sampai 80°C.
📉
Temuan Utama Viskositas menurun saat suhu meningkat, tetapi formula tetap stabil.

Mengapa Kurkumin Menarik Dikembangkan?

Kurkumin merupakan senyawa polifenol alami yang banyak dikaji karena memiliki potensi antiinflamasi, antioksidan, antibakteri, dan mendukung proses penyembuhan luka. Dalam konteks sediaan topikal, kurkumin dapat diarahkan untuk bekerja secara lokal sehingga berpotensi mengurangi efek samping sistemik yang sering dijumpai pada penggunaan obat antiinflamasi oral jangka panjang.

Penelitian ini memfokuskan pengembangan gel kurkumin dengan basis Carbopol 940. Bahan ini dikenal luas sebagai gelling agent yang mampu menghasilkan gel jernih, stabil, serta memiliki konsistensi yang baik bahkan pada konsentrasi rendah. Selain itu, Carbopol juga memiliki kompatibilitas yang baik dengan berbagai komponen formulasi topikal.

Temuan Kunci

Carbopol 0,5% Menjadi Basis Gel Paling Optimal

Pada tahap optimasi basis, konsentrasi Carbopol 0,5% menghasilkan kombinasi sifat fisik paling seimbang, mencakup pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat yang dinilai paling sesuai untuk pengembangan gel kurkumin lebih lanjut.

Optimasi Basis Gel Menjadi Tahap Penentu

Sebelum bahan aktif dimasukkan ke dalam formula, peneliti terlebih dahulu mengoptimasi basis gel dengan tiga variasi konsentrasi Carbopol, yaitu 0,5%, 1%, dan 2%. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi Carbopol meningkatkan viskositas, tetapi sekaligus menurunkan daya sebar.

Basis Gel pH Viskositas (cP) Daya Sebar (cm) Daya Lekat (detik)
Carbopol 0,5% 6 11.680 6,03 8
Carbopol 1% 7 31.040 4,46 9
Carbopol 2% 7 52.240 3,76 8

Basis 2% memang menghasilkan gel yang sangat kental, tetapi daya sebarnya menjadi lebih rendah. Sementara itu, basis 1% menunjukkan karakteristik yang cukup seimbang, namun belum menjadi pilihan terbaik. Oleh karena itu, Carbopol 0,5% dipilih sebagai basis optimal untuk pembuatan gel kurkumin.

Seluruh Formula Gel Kurkumin Lolos Evaluasi Fisik

Setelah basis optimal diperoleh, peneliti memformulasikan gel kurkumin dalam tiga variasi konsentrasi bahan aktif: F1 (1%), F2 (2%), dan F3 (3%). Ketiga formula menunjukkan warna oranye, aroma khas Carbopol, tekstur kental hingga sangat kental, serta homogenitas yang baik.

Formula pH Viskositas (cP) Daya Sebar (cm) Daya Lekat (detik)
F1 (Kurkumin 1%) 8 10.240 4,64 27,55
F2 (Kurkumin 2%) 8 10.880 5,42 24,72
F3 (Kurkumin 3%) 8 10.960 5,21 23,89

Variasi konsentrasi kurkumin tidak memberikan pengaruh besar terhadap pH dan viskositas, tetapi berpengaruh terhadap daya sebar dan daya lekat. F2 memiliki daya sebar tertinggi, sedangkan F1 menunjukkan daya lekat paling tinggi. Temuan ini memperlihatkan bahwa perubahan komposisi bahan aktif dapat memengaruhi kenyamanan aplikasi dan interaksi gel dengan permukaan kulit.

Stabil pada Organoleptik, Berubah pada Viskositas

Uji stabilitas dilakukan melalui temperature stress test pada rentang suhu 2°C hingga 80°C. Pengujian ini bertujuan melihat apakah perubahan suhu ekstrem dapat memengaruhi mutu sediaan, terutama dari sisi organoleptik, pH, dan viskositas.

👀

Organoleptik Tetap Stabil

Seluruh formula tetap berwarna oranye, berbau khas Carbopol, dan tidak menunjukkan perubahan tekstur yang bermakna selama pengujian suhu.

🧪

pH Relatif Konsisten

Pada suhu rendah hingga sedang, nilai pH cenderung stabil di sekitar 8. Pada suhu lebih tinggi, sebagian formula menunjukkan sedikit penurunan hingga pH 7.

📉

Viskositas Menurun

Penurunan viskositas menjadi perubahan paling nyata. Kenaikan suhu meningkatkan mobilitas molekul dan melemahkan jaringan polimer gel.

Penurunan viskositas akibat peningkatan suhu merupakan fenomena yang umum pada sistem gel berbasis polimer. Dalam penelitian ini, F1 menurun dari 23.500 cP pada 2°C menjadi 10.640 cP pada 80°C, F2 dari 19.840 cP menjadi 9.040 cP, dan F3 dari 18.880 cP menjadi 8.400 cP.

Meskipun terjadi penurunan tersebut, peneliti menilai perubahan masih berada dalam batas yang dapat diterima. Dengan kata lain, gel kurkumin berbasis Carbopol tetap menunjukkan kestabilan fisik yang memadai terhadap paparan suhu ekstrem selama penyimpanan.

Apa arti temuan ini?

Hasil penelitian ini penting bagi pengembangan sediaan topikal berbahan alami. Formulasi yang stabil secara fisik memiliki peluang lebih besar untuk dikembangkan menjadi produk yang aman, nyaman digunakan, dan tetap mempertahankan mutu selama distribusi maupun penyimpanan.

Potensi Pengembangan Lebih Lanjut

Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa gel kurkumin berbasis Carbopol berpotensi dikembangkan sebagai sediaan topikal antiinflamasi. Basis Carbopol 0,5% memberikan fondasi formulasi yang baik, sedangkan variasi konsentrasi kurkumin tetap mampu menghasilkan sediaan dengan mutu fisik yang layak.

Meski demikian, penelitian lanjutan masih diperlukan, terutama untuk menguji aktivitas biologis, efektivitas antiinflamasi pada penggunaan aktual, serta stabilitas jangka panjang pada kondisi penyimpanan yang lebih mendekati situasi nyata di lapangan.

Temuan ini menegaskan bahwa formulasi topikal yang baik tidak hanya ditentukan oleh bahan aktif, tetapi juga oleh kecermatan dalam memilih basis, mengatur komposisi, dan memastikan stabilitasnya terhadap pengaruh lingkungan.
Sumber Artikel Ilmiah

Evaluation of Physical Stability of Carbopol Gel Containing Curcumin under Temperature Variations

Penulis: Najwa Athifah Tsamarah Umar, Mohamad Aprianto Paneo, Nurain Thomas, Fika Nuzul Ramadhani, Lisa Efriani Puluhulawa

Jurnal: Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika, Volume 3, Nomor 2, Tahun 2026

DOI: 10.70075/jftsk.v3i2.307

Kurkumin Gel Carbopol Stabilitas Fisik Temperature Stress Test Farmasi UNG Sediaan Topikal Antiinflamasi

Referensi

Umar NAT, Paneo MA, Thomas N, Ramadhani FN, Puluhulawa LE. Evaluation of physical stability of Carbopol gel containing curcumin under temperature variations. Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika. 2026;3(2):68–78. doi:10.70075/jftsk.v3i2.307.

Syamsi LN, Syamsudin, Mumpuni E, Widowati W, Nursanti O, Qodriah R. Analisis in silico senyawa Curcuma xanthorrhiza dan Moringa oleifera sebagai kandidat antiinflamasi. Jurnal Syifa Sciences and Clinical Research. 2025;7(1):57–66.

Agustiani FRT, Sjahid LR, Nursal FK. Kajian literatur: peranan berbagai jenis polimer sebagai gelling agent terhadap sifat fisik sediaan gel. 2022;7(4):270–287.

Thomas NA, Taupik M, Djuwarno EN, Papeo RP, Djunaidi NN. Uji penyembuhan luka bakar gel enzim bromelin menggunakan Carbopol 940 secara in vivo. 2023;5:232–244.

Tsabitah AF, Zulkarnain AK, Wahyuningsih MSH, Nugrahaningsih DAA. Optimasi Carbomer, propilen glikol, dan trietanolamin dalam formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun kembang bulan (Tithonia diversifolia). Majalah Farmaseutik. 2020;16(2):111. doi:10.22146/farmaseutik.v16i2.45666.

Rohilla K, Ahlawat S, Choudhary M, Budhwar V. A comprehensive review on physicochemical, pharmacological and analytical profile of curcumin. Journal of Research in Pharmaceutical Sciences. 2021;12(2):987–998. doi:10.26452/ijrps.v12i2.4614.

Soliman WE, Shehata TM, Mohamed ME, Younis NS, Elsewedy HS. Enhancement of curcumin anti-inflammatory effect via formulation into myrrh oil-based nanoemulgel. Polymers. 2021;13(4):1–16. doi:10.3390/polym13040577.

Wahidah S, Ayu G, Saputri R. Formulasi dan uji stabilitas sediaan gel ekstrak etanol daun asam jawa (Tamarindus indica L.) dengan variasi gelling agent. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia. 2024;10(2):508–518.

Pavčnik L, Prunk M, Trdan Lušin T, Roškar R. Accelerated predictive stability testing: accelerating registration phase and application of reduced designs for shelf-life determination of parenteral drug product. Pharmaceutics. 2025;17(2):1–17. doi:10.3390/pharmaceutics17020160.

Mehdi-Sefiani H, Chicardi E, Romero A, Perez-Puyana VM. Unveiling the impact of gelation temperature on the rheological and microstructural properties of type A gelatin hydrogels. Polymers. 2024;16(13). doi:10.3390/polym16131842.