Gorontalo – Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA), Jurusan Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (FOK UNG) mencatatkan sejarah penting dengan melaksanakan yudisium bagi 36 lulusan angkatan pertama. Capaian ini semakin membanggakan karena PSPPA UNG berhasil meraih tingkat kelulusan di atas 90 persen.
Kegiatan yudisium tersebut diselenggarakan di Gedung Objective Structured Clinical Examination (OSCE) FOK Universitas Negeri Gorontalo. Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa syukur sebagai momentum pengakuan akademik atas keberhasilan para lulusan dalam menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan profesi apoteker.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo bersama jajaran pimpinan fakultas. Turut hadir pimpinan Jurusan Farmasi beserta jajaran, dosen dan tenaga kependidikan, serta orang tua dan keluarga dari para lulusan PSPPA yang diyudisiumkan.
Kehadiran para pimpinan fakultas dan jurusan, sivitas akademika, serta orang tua lulusan memberikan makna tersendiri dalam pelaksanaan yudisium angkatan pertama tersebut. Dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik para lulusan hingga berhasil menyelesaikan pendidikan profesi dan mencapai tahap yudisium.
Yudisium 36 lulusan pertama ini merupakan tonggak bersejarah bagi PSPPA UNG. Selain menjadi bukti keberhasilan penyelenggaraan pendidikan profesi apoteker, capaian tersebut juga menunjukkan komitmen Universitas Negeri Gorontalo dalam menghasilkan tenaga kefarmasian yang kompeten, profesional, berintegritas, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Tingkat kelulusan di atas 90 persen menjadi capaian awal yang sangat baik bagi program studi yang baru menghasilkan lulusan perdananya. Hasil tersebut mencerminkan kesungguhan mahasiswa dalam mengikuti proses pendidikan sekaligus menunjukkan kerja keras para dosen, tenaga kependidikan, pengelola program studi, pimpinan jurusan, dan pimpinan fakultas dalam membangun sistem pembelajaran profesi yang berkualitas.
Meskipun demikian, pencapaian ini bukanlah akhir dari proses pengembangan PSPPA UNG. Yudisium angkatan pertama justru menjadi langkah awal yang baik untuk terus melakukan peningkatan mutu pendidikan, penguatan kompetensi lulusan, penyempurnaan fasilitas pembelajaran, serta perluasan kolaborasi dengan organisasi profesi, fasilitas pelayanan kesehatan, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.
Para lulusan diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai profesionalisme yang diperoleh selama pendidikan. Sebagai calon tenaga kesehatan, lulusan PSPPA UNG juga dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi kode etik profesi, mengutamakan keselamatan pasien, serta terus meningkatkan kompetensi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kefarmasian.
Kebahagiaan dan rasa bangga terlihat dari para orang tua dan keluarga yang hadir mendampingi para lulusan. Keberhasilan menyelesaikan pendidikan profesi tersebut tidak terlepas dari dukungan, doa, dan pengorbanan keluarga selama proses pendidikan berlangsung.
Segenap sivitas akademika Universitas Negeri Gorontalo menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada 36 lulusan pertama Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker. Semoga pencapaian ini menjadi awal perjalanan profesional yang membanggakan serta membuka jalan bagi para lulusan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian dan kesehatan masyarakat.
Dengan terselenggaranya yudisium angkatan pertama ini, PSPPA UNG semakin menegaskan komitmennya untuk tumbuh sebagai program studi profesi yang unggul dan berdaya saing. Capaian tersebut diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi lahirnya generasi apoteker UNG yang kompeten, humanis, adaptif, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah, serta bangsa.