Bone Bolango, Gorontalo – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menunjukkan perannya dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi bertajuk “Cegah Asam Urat Sejak Dini”.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kartika Dwi Cahyani Y. Dulungo, mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Negeri Gorontalo, sebagai bagian dari implementasi kegiatan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di lingkungan pelayanan kefarmasian.
Pelaksanaan edukasi ini berada di bawah bimbingan dosen sekaligus apoteker, Mohamad Aprianto Paneo, M.Farm., Apt., yang memberikan arahan dan pendampingan agar mahasiswa mampu menyampaikan informasi kesehatan dan penggunaan obat secara tepat, ilmiah, serta mudah dipahami oleh masyarakat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali penyakit asam urat sejak dini, faktor risiko yang dapat memicu peningkatan kadar asam urat, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan akibat kadar asam urat yang tinggi.
Dalam kegiatan edukasi, masyarakat dijelaskan bahwa asam urat merupakan hasil akhir dari proses metabolisme purin dalam tubuh. Apabila kadarnya meningkat secara berlebihan, asam urat dapat membentuk kristal pada persendian dan menimbulkan keluhan seperti nyeri, pembengkakan, kemerahan, serta rasa tidak nyaman pada sendi.
Masyarakat juga diperkenalkan dengan berbagai faktor yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar asam urat, antara lain pola konsumsi makanan tinggi purin, berat badan berlebih, kurangnya aktivitas fisik, serta faktor kesehatan lainnya.
Melalui pendekatan komunikasi yang sederhana dan edukatif, Kartika Dwi Cahyani Y. Dulungo mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat sejak dini dan tidak menunggu munculnya keluhan berat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
Masyarakat dianjurkan untuk menjaga pola makan, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, melakukan aktivitas fisik secara teratur, menjaga berat badan ideal, serta melakukan pemeriksaan apabila memiliki faktor risiko atau mengalami keluhan yang mengarah pada gangguan asam urat.
Selain membahas aspek pencegahan, kegiatan ini juga menekankan pentingnya penggunaan obat secara tepat dan rasional. Masyarakat diingatkan agar tidak menggunakan obat penurun asam urat maupun obat pereda nyeri secara sembarangan tanpa memperhatikan kondisi kesehatan dan rekomendasi tenaga kesehatan.
Penggunaan obat perlu memperhatikan indikasi, dosis, waktu penggunaan, potensi efek samping, serta kemungkinan interaksi dengan obat lain. Dalam hal ini, apoteker memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai terapi yang sedang digunakan.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat juga diperkenalkan dengan peran apoteker yang tidak terbatas pada pelayanan dan penyerahan obat, tetapi juga mencakup pemberian informasi obat, konseling, edukasi kesehatan, serta pendampingan dalam mendukung keberhasilan terapi pasien.
Dosen pembimbing, Mohamad Aprianto Paneo, M.Farm., Apt., turut mendorong mahasiswa agar kegiatan PKPA tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan kompetensi teknis kefarmasian, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, edukasi, serta kepedulian terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat.
Kegiatan “Cegah Asam Urat Sejak Dini” menjadi salah satu bentuk nyata penerapan kompetensi mahasiswa PSPPA UNG dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama pendidikan profesi dalam situasi pelayanan kesehatan yang nyata.
Melalui edukasi yang dilakukan sejak dini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat, mengenali faktor risiko penyakit asam urat, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila membutuhkan informasi terkait kondisi kesehatan maupun penggunaan obat.
Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Negeri Gorontalo terus mendorong mahasiswa untuk tumbuh menjadi calon apoteker yang kompeten, komunikatif, profesional, serta memiliki kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, sehingga mampu memberikan pelayanan kefarmasian yang berkualitas dan berorientasi pada keselamatan pasien.